Minggu, 17 November 2013

Kekuatan Untuk Terbang Bagaikan Rajawali


“Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Yesaya 40:31
Burung rajawali mempunyai sayap yang lebar. Bahkan yang terlebar yang pernah diukur adalah selebar 2,5 meter (8 feet). Burung rajawali dikenal dengan ketahanannya pada saat ia terbang. Walau diperlukan energi yang cukup besar untuk mengepakkan sayap pada awalnya, tetapi begitu dia terbang, dia hanya mengeluarkan energi yang sangat kecil.
*courtesy of PelitaHidup.com
Hasil penelitian menyatakan bahwa rajawali hanya memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk mengepakkan sayap dalam tiap jam waktu terbangnya. Rajawali dapat terbang lama tanpa perlu mengepakkan sayapnya.
Rajawali dapat terbang dengan melayang-layang di udara (gliding) ataupun terbang naik (soaring) dengan memanfaatkan udara thermal/panas yang naik pada daratan terbuka. Sedapat mungkin dia menggunakan kedua teknik itu untuk dapat terbang tanpa perlu mengepakkan sayapnya. Dengan begitu dia hanya memerlukan energi yang sangat kecil untuk dapat terbang lama. Tidak hanya itu saja, rajawali dapat menempuh jarak rata-rata 75 hingga 125 mil. Jarak terjauh yang pernah ditempuh adalah 1100 mil.
Itulah rahasia kekuatan dari burung rajawali yang naik terbang tinggi. Dia tidak akan pernah menjadi lelah karena dia tidak perlu menggunakan banyak energi untuk dapat terbang dalam waktu lama dan menempuh jarak yang jauh.
“Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Yesaya 40:29-31



Ketika kita berada dalam suatu masalah yang datang bertubi-tubi, kita dapat merasakan menurunnya kekuatan kita baik secara fisik maupun secara jiwa. Melemahnya kekuatan kita justru akan membuat kita semakin tidak berdaya dalam menghadapi masalah yang ada.
*courtesy of PelitaHidup.com
Firman Tuhan mengajarkan kepada kita kunci untuk mendapat kekuatan dalam menghadapi berbagai masalah. Kuncinya adalah dengan menanti-nantikan Tuhan.
Menanti-nantikan Tuhan berarti bahwa kita terus berharap kepada Tuhan, mengarahkan mata hati kita kepada Tuhan, berdoa kepada Tuhan, membaca dan merenungkan Firman Tuhan, taat kepada perintah-perintahNya dan tetap memegang teguh iman pengharapan kita kepada Kristus.
Dengan menjaga persekutuan kita dengan Tuhan, kita akan berada dalam kondisi yang senantiasa menanti-nantikan Tuhan. Masalah yang ada tidak boleh menghalangi kita untuk tetap datang beribadah kepadaNya. Kita harus tetap mengiring Yesus apapun yang sedang terjadi.
Ketika kita melepaskan pengharapan kita kepada Yesus, maka kita akan semakin kehilangan kekuatan untuk dapat berjalan maju. Kekuatan fisik dan pikiran yang kita miliki tidaklah cukup untuk menghadapi semua beban, karena kita memiliki batas dalam kemampuan kita.
Rajawali tahu bahwa dia tidak perlu susah payah mengepakkan sayapnya terus-menerus. Dia hanya akan membuang-buang energinya ketika dia mengepakkan sayapnya terus-menerus. Tetapi dia menggunakan teknik melayang (gliding) dan naik (soaring) dengan memanfaatkan udara thermal.
Ketika kita datang pada Yesus dan senantiasa menanti-nantikan Dia, maka kita akan mendapatkan kekuatan yang baru. Kekuatan baru yang Tuhan berikan akan memampukan kita untuk bangkit berdiri menjalani apa yang ada di depan kita. Tuhan akan memberikan semangat baru, hikmat yang baru, sukacita yang baru, pengharapan yang selalu baru, agar kita dapat berdiri tegak dalam menjalani hidup ini.
Bagai rajawali yang tidak pernah lelah pada saat dia terbang, demikian juga halnya dengan kita yang menanti-nantikan Tuhan. Kita tidak akan pernah merasa lelah oleh karena Tuhan telah memberikan kita kekuatan yang baru. Kita dapat menghadapi masalah seberat apapun. Kita dapat keluar dari berbagai problema. Kita dapat menjalani kesusahan-kesusahan yang ada. Kita bahkan tidak menyadari bahwa begitu banyak hal ajaib yang telah kita lalui, oleh karena Tuhan telah memberikan kekuatan bagi kita untuk melalui semuanya itu.
*courtesy of PelitaHidup.com
Marilah kita tetap menanti-nantikan Tuhan, marilah kita tetap menjaga persekutuan kita dengan Tuhan, marilah kita datang kembali kepada Tuhan. TanganNya senantiasa terbuka bagi kita yang datang kepadaNya. Dia akan memberi kekuatan baru bagi kita.

Sabtu, 16 November 2013

Rahasia Untuk Tetap Kuat Dalam Kondisi Yang Berat

http://www.pelitahidup.com/wp-content/uploads/2013/10/rahasia-untuk-tetap-kuat-dalam-kondisi-yang-berat.jpg“Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada TUHAN, yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan!” Mazmur 40:5
 Menaruh kepercayaan kepada Tuhan merupakan suatu hal yang mudah dilakukan ketika kita berada dalam keadaan baik-baik saja, hampir semua kebutuhan tercukupi, dan apapun yang kita inginkan dapat dicapai dengan mudah.
*courtesy of PelitaHidup.com
Tetapi berbeda halnya jika kita sedang berada dalam kesulitan. Bukan hal yang mudah bagi seseorang untuk dapat lagi berharap sepenuhnya kepada Tuhan ketika dia melihat bahwa masalah yang dihadapinya sudah sangatlah berat dan sulit diatasi.
Keadaan ekonomi yang tidak kunjung baik, kondisi pekerjaan yang ada tidak seperti yang diharapkan, bisnis tidak berjalan baik, bahkan menuju kebangkrutan, keluarga sudah tidak harmonis, anak memberontak dan bermasalah, jodoh tidak kunjung datang, hutang menumpuk dan masih ada segudang masalah yang dapat membuat umat Tuhan menjadi setengah percaya kepada Tuhan.
Apa yang harus dilakukan umat Tuhan pada kondisi yang berat seperti ini? Berikut rahasianya untuk tetap kuat di dalam kondisi yang berat:

1. Tetap Percaya

Tetaplah berharap kepada Tuhan. Jangan tergoda dengan berbagai jalan pintas yang ditawarkan oleh dunia ini, yang justru akan menarik kita semakin jauh dari Tuhan.
Ketika kita berada di luar lingkaran perlindungan Tuhan, maka segala berkat-berkatNya juga akan tertahan bagi kita. Oleh karena itu tetap berlindung dan percaya kepada Tuhan, agar kita dapat tetap menerima berkat yang telah Tuhan sediakan bagi kita.
Dunia boleh berkata bahwa sudah tidak mungkin lagi ada jalan keluar bagi masalah kita. Tetapi Firman Tuhan berkata bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, dan tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepada Dia (Lukas 1:37, Markus 9:23. Tetaplah percaya, karena mujizat masih ada!
*courtesy of PelitaHidup.com
.

2. Tetap Lakukan Yang Terbaik

Seringkali umat Tuhan menyerah di saat-saat yang justru menuntut kita untuk dapat melakukan yang terbaik. Ada waktu dimana Tuhan ingin melihat ketekunan kita. Ketika kita tetap melakukan yang terbaik justru di saat kita dalam kondisi tertekan, kita akan melihat kuasa Tuhan bekerja dalam hidup kita. Dia akan memberi kita kekuatan baru, Dia akan menyertai langkah kita dan Dia akan memberi kemenangan bagi kita. Jangan menyerah di saat kita harus tetap berjuang.


Ingat kisah bangsa Israel yang akan masuk ke Tanah Perjanjian? Mereka melihat bahwa bangsa yang menduduki tanah tersebut memiliki perawakan yang besar-besar seperti raksasa. Mereka merasa kecil bagaikan seekor belalang (Bilangan 13:33).
*courtesy of PelitaHidup.com
Bangsa Israel yang ketakutan melihat musuhnya dan berkata tidak mungkin mereka dapat memasuki tanah tersebut, sama sekali tidak pernah masuk ke Tanah Perjanjian.
Hanya Kaleb dan Josua yang tetap percaya bahwa mereka dapat memasuki dan merebut Tanah Perjanjian tersebut. Mereka tidak menyerah di saat segala sesuatu menjadi tidak mungkin. Dan Tuhan benar-benar memberikan hadiah atas kegigihan mereka. Dari angkatan mereka, hanya mereka berdua yang memasuki Tanah Perjanjian.
Apapun yang menjadi masalah dan kesulitan yang kita alami saat ini, jangan pernah takut dan jangan pernah membuat kita mundur. Tetap lakukan apa yang terbaik. Jika kita bekerja, tetap lakukan pekerjaan kita sesulit apapun. Jika kita berbisnis dan sedang menuju kebangkrutan, tetap jalankan bisnis kita dengan meminta hikmat dari Tuhan. Jika kita mempunyai banyak hutang, tetap lakukan apa yang dapat membuat kita mempunyai penghasilan dan bahkan mendapatkan penghasilan tambahan.
Tetap percaya kepada Tuhan, dan tetap lakukan yang terbaik, maka Dia akan menuntun jalan kita dan membawa kita kepada kemenangan. Haleluya!

Minggu, 01 September 2013

Kesaksian Choky Sitohang presenter sukses Indonesia


Kisah Nyata kesaksian dari Choky Sitohang mengenai kehidupan masa lalu nya yang jatuh bangun, bagaimana ia telah Sembuh dari Hepatitis, hingga mencapai kesuksesan sebagai presenter terkenal di Indonesia

Siapa yang tidak mengenal presenter yang berpenampilan menarik dan sedang naik daun ini. Tanpa disangka-sangka Choky divonis dokter terkena penyakit Hepatitis (liver). Ia terkejut karena ia merasa bahwa ia adalah orang yang paling sehat. Tetapi ia malah jatuh sakit. Yang membuat ia kecewa adalah karena ia mengalami sakit pada saat ia sedang berkarir. Ia sedang mengejar cita-citanya untuk menjadi presenter terkenal.

Pada saat itu ia mulai flash back kehidupannya 2 tahun terakhir ini. Ia sibuk dengan pekerjaannya. Ia mencari uang dengan giat, sesudah itu ia menghabiskan waktu dengan hobi dan teman-temannya. Setelah lelah sampai dirumah ia langsung beristirahat. Ia lupa bahwa ia tidak pernah meluangkan waktunya untuk menyapa Tuhan. Ia tidak pernah bersaat teduh bahkan hari Minggu terkadang ia tidak ke gereja, dan Roh Kudus mulai mengingatkannya akan hal itu.

Pada saat ia sakit, ia harus dirawat di Rumah Sakit selama 21 hari. Padahal ia tidak mempunyai cukup uang untuk biaya Rumah Sakit. Dokter berkata bahwa ia harus tetap dirawat karena sakitnya cukup parah. Tetapi dokter berkata bila ada mukjizat maka Choky dapat keluar Rumah Sakit sesegera mungkin.

Pada hari ke delapan, Choky berangsur-angsur pulih. Akhirnya ia bisa keluar dari Rumah Sakit dan ia dapat membayar biaya Rumah Sakit. Tetapi Choky tidak dapat langsung dapat melakukan kegiatannya. Ia harus bed rest selama 3 bulan. Ia menjalaninya. Pada saat ia merasa sehat, perasaan takut itu datang. Ia merasa tidak bisa sukses. Tetapi pada saat itu Tuhan meyakinkan bahwa ia harus melakukan bagiannya dan Tuhan yang akan lakukan bagian-Nya.

Mulai saat itu ia kembali menulis CV untuk ia masukkan ke beberapa agensi. Ia mulai menghubungi teman-temannya dan mencari link untuk memberikan jalan ia menjadi presenter. Ia melakukan yang terbaik pada waktu di casting. Sampai pada akhirnya produsernya berkata bahwa ia adalah orang yang tepat untuk acara ini.

Ada saatnya ia hampir gagal dan ia ingin menyerah. Tetapi Tuhan jelas berkata jangan pernah menyerah, lakukan terus apa yang sedang dilakukan karena ia menuju keberhasilan. Ia mendapatkan satu ayat “Tetapi orang-orang yang menantikan Tuhan akan mendapat kekuatan baru, mereka seumpama rajawali yang naik terbang…”. Ada waktunya Tuhan memberikan kepercayaan dari yang kecil dampai yang besar. Dari perkara yang kecil, bila kita setia lalu Tuhan pasti akan mempercayakan hal yang besar.

Tuhan mengajarkan Choky untuk tetap optimis. Melakukan sesuatu yang baru dengan semangat. Tuhan Yesus adalah sahabatnya. Walaupun banyak sahabatnya di dunia tetapi ia merasa bahwa Yesus adalah sahabat sejatinya. Pengharapan akan menimbulkan iman dan pada akhirnya akan menghasilakan satu solusi. Itulah hal yang ia percayai tentang kehidupannya bersama Tuhan Yesus.
 
 
(Kisah ini ditayangkan 10 November 2009 dalam acara Solusi Life di O’Channel)
Sumber kesaksian:
Choky Sitohang (jawaban.com)

Senin, 26 Agustus 2013

DALAM NAMA TUHAN


Penyebutan nama Tuhan dalam kehidupan bangsa Israel sangatlah penting. Hukum ketiga dalam Dasa Titah berbunyi, "Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan, sebab Tuhan akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan" (Kel. 20:7). Apabila penyebutan secara sembarangan dilarang, berarti ada penyebutan yang patut dan benar.
Dalam nas hari ini, Tuhan memerintahkan kepada Harun dan anak-anaknya untuk meletakkan nama Tuhan di atas orang Israel melalui ucapan berkat mereka. Tuhan inilah Allah yang benar, yang memimpin mereka keluar dari tanah perbudakan, Mesir. Berkat yang diberikan melalui penyebutan nama Tuhan ini pun bukanlah sembarangan. Berkat-berkat tersebut meliputi berkat perlindungan, anugerah, dan damai sejahtera. Bangsa Israel memerlukannya, terutama dalam sejarah perjalanan hidup mereka di padang gurun dan kesetiaan mereka mengikuti Tuhan. Berkat-berkat ini tidak tergantikan oleh yang lain. Di atas dasar nama Tuhan sajalah semuanya ini akan diberikan kepada umat-Nya.
Pada akhir ibadah gerejawi sekarang ini, umat juga menerima berkat atas nama Tuhan. Ya, pada masa sekarang ini pun kita tetap memerlukan berkat-Nya. Perjalanan hidup orang percaya tidak selalu mudah. Padang gurun persoalan, pergumulan, air mata, jatuh bangun dalam dosa, dan lainnya mewarnai perjalanan iman kita. Akan tetapi, perlindungan, anugerah, dan damai sejahtera-Nya akan menyertai kita karena nama-Nya telah diberikan sebagai dasar berkat dalam kehidupan kita. --Yehezkiel Kukuh Priyono
* * *
BERKAT-NYA AKAN SENANTIASA MENYERTAI KITA
KARENA NAMA-NYA TELAH DIANUGERAHKAN KEPADA KITA.

Sabtu, 24 Agustus 2013

Belajar Dari Seekor Ayam

Suatu masa ada seorang anak muda sedang berputus asa. Dia keluar dari tempatnya bekerja dan bisnis yang dirintisnya masih baru sehingga belum menghasilkan apa-apa. Nyaris tanpa penghasilan. Pertengkaran demi pertengkaran terjadi antara dia dan istrinya. Dia pun berharap tiba-tiba ada pesawat terbang yang menabraknya  dan dia pergi dari dunia.
Duduklah dia di halaman rumah orang tuanya. Termenung memandang ayam berserta anak-anaknya bebas berkeliaran mematuk-matuk makanan di tanah. Otaknya berpikir, “hai ayam, mengapa kau bisa makan. Padahal otakmu tak lebih besar dari bola golf.”
Seketika dia tersadar, ayam yang tak “berotak” pun bisa makan, membesarkan anak-anaknya. Sedangkan dia yang berakal malah berputus asa. Dia membatin, “Asalkan mau bergerak, pasti Tuhan berikan rizki-Nya kepadaku. Dan pasti CUKUP untukku dan keluargaku.”
Dia bangkit, mengambil air mensucikan dirinya, dia berdoa kepada Tuhan. “Ampuni aku Tuhan yang telah berbuat dosa dan tak mensyukuri nikmat-Mu!”
Setiap LANGKAH akan membawamu ke LANGKAH berikutnya. Ciptakan REALITI dari MIMPI dengan BERAKSI!

Tuhan Tak Abaikan Kita Ketika Doa Tak Dijawab

Tanya: Saya diberitahu bahwa doa adalah hal yang pasti – bahwa ketika saya berdoa, Tuhan akan menjawab. Lalu mengapa beberapa doa saya tampaknya tidak pernah dijawab?
Jawab: Setiap dari kita pernah mengalami kekecewaan ketika segalanya tidak bekerja seperti yang kita inginkan, dan jika kita berdoa untuk sesuatu yang tidak kunjung datang juga, kita kecewa – pertama karena kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, dan kedua karena kelihatannya Tuhan tidak menepati janjiNya.
*courtesy of PelitaHidup.com
Bahkan ketika ada alasan logis mengapa sesuatu tidak berjalan seperti yang kita inginkan, kita bertanya-tanya mengapa Tuhan tidak membuat hal itu terjadi. Padahal jika Dia Tuhan, Dia bisa melakukan apa saja, dan jika Dia mengasihi kita sebanyak yang Alkitab katakan Dia, kenapa Dia tidak melakukannya? Pada saat-saat seperti itu, sangat mudah untuk menyalahkan Tuhan karena tidak menjawab doa kita.
Tentu saja kita tidak boleh mempertanyakan Tuhan dalam keadaan seperti itu, seolah-olah kita lebih tahu dari Dia. Lebih baik kita bertanya kepada Tuhan apakah yang salah dalam langkah kita, agar kita dapat belajar dan menjadi lebih baik lagi di masa yang akan datang.
Hal pertama yang harus diingat adalah bahwa Tuhan tidak pernah gagal untuk melakukan apa yang terbaik bagi semua orang yang terlibat, dan Dia tidak pernah mundur dari janji-janji yang telah diberikan pada Alkitab. Sebaliknya, kita sebagai manusia kadang-kadang melakukan kesalahan. Karena Tuhan telah memberi kita kehendak bebas, pilihan yang kita ambil dapat membatasi Tuhan dalam menjawab doa kita.

Ketika kita merasa doa tidak dijawab oleh Tuhan, ada beberapa pertanyaan harus ditanyakan pada diri kita sendiri, yaitu:
  • Apakah permintaan kita termotivasi oleh kasih yang tidak mementingkan diri dan kepedulian terhadap orang lain?
  • Apakah kita percaya dan mengklaim janji-janji dari Firman Tuhan?
  • Apakah kita beriman dan melangkah dengan iman untuk meraih hasil yang diinginkan?
  • Apakah Tuhan tidak dapat melakukan apa yang kita minta karena pilihan orang lain buat?
  • Apakah ini mungkin belum waktunya Tuhan untuk menjawab, atau bukan rencana-Nya bagi kita?
  • Apakah mungkin bahwa jawaban “lain” dari Tuhan akan memberikan hasil lebih baik untuk masa depan?
.
Tuhan Tak Abaikan Kita Ketika Doa Tak Dijawab
*courtesy of PelitaHidup.com
Tuhan selalu menjawab doa kita, tetapi tidak selalu segera menjawab atau dalam cara kita inginkan. Terkadang Dia mengatakan ya, kadang-kadang Dia mengatakan tidak, dan kadang-kadang Dia mengatakan tunggu. Ada banyak faktor yang mempengaruhi proses terjawabnya sebuah doa, termasuk diri dan situasi kita, Tuhan dan kehendak-Nya, dan situasi dari orang lain yang terlibat.


Kita tidak dapat mengontrol sepenuhnya hasil yang dapat kita peroleh, orang lain juga tidak mengontrol sepenuhnya, dan Tuhan juga secara khusus membatasi DiriNya untuk tidak mengontrol sepenuhnya (red: ingat, ada kehendak bebas yang Tuhan berikan bagi kita). Hal ini yang menjadi salah satu alasan mengapa doa tidak selalu bisa dijawab.
*courtesy of PelitaHidup.com
Tetapi jika kondisinya tepat, untuk hasil yang Tuhan tahu itu yang terbaik, Ia pasti akan menjawab. Jadi jangan pernah ragu sedikitpun bahwa Tuhan akan menjawab doa kita. Percaya kepada-Nya dan bersyukurlah atas jawabannya – bahkan ketika kita belum melihat jawabannya!


sumber :  http://www.pelitahidup.com/

Rabu, 21 Agustus 2013

Renungan Kristen "Dimanakah Allah Saat Kita Menghadapi Masalah?"

Dimana Allah, yang membuat aku, dan yang memberi nyanyian pujian di waktu malam ?” Ayub 35:10b

Ketika semuanya baik, kesehatan baik, keuangan cukup atau malah lebih dari cukup, hubungan dalam keluarga baik, pekerjaan baik, pelayanan baik, semuanya baik-baik saja, biasanya kita cenderung memuji Allah dan cepat mengucapkan kata syukur kita kepadaNya.
Namun jika salah satu atau semuanya memburuk, itu bagaikan badai yang sedang mengamuk mendatangi kita, maka kitapun mulai gelisah, ragu, cemas dan mulai bertanya-tanya apakah benar ada Allah yang melihat apa yang sedang terjadi namun terus membiarkan semuanya itu terjadi ?
*courtesy of PelitaHidup.com
Permasalahan dalam kehidupan yang sedang terjadi sering membuat kita gelisah, merasa tidak tentram, bahkan sangat sukar  melalui malam-malam tanpa bisa tertidur karena pikiran kita dipenuhi dengan persoalan demi persoalan.
Saat-saat seperti ini membuat kita merasa bahwa bahwa Allah tidak peduli atau tidak memperhatikan kita. Merasakan hidup  sendiri tanpa pertolonganNya. Mana Allah? Dimanakah Allah?  Apakah Ia sudah melupakan saya? Mengapa dibiarkanNya semua ini terjadi? Pertanyaan-pertanyaan ini sering muncul dalam pikiran kita, sehingga kecemasan dan ketakutan cepat mendatangi kita.
Dalam menghadapi masalah seperti ini, kita hendaknya tetap tegar, sebab Allah Maha mengetahui dan memahami keberadaan kita. Jangan mudah putus asa dan patah semangat, tetapi terus berharap kepadaNya. Allah peduli dan selalu siap menolong kita dalam segala perkara. Berikut beberapa hal yang dapat menjawab pertanyaan kita, “Dimanakah Allah itu dan apa saja yang diperbuatnya tatkala kita dalam pergumulan?”

Dimanakah Allah itu saat kita menghadapi masalah ?

1. Allah Berada Di Dekat Kita

Ketika murid-murid Yesus berada dalam perahu yang sedang menghadapi besarnya gelombang air laut. Tuhan Yesus ada bersama mereka. Dia Allah yang selalu menyertai kita. Allah selalu ada dan berada di tengah-tengah kita saat kita dalam pergumulan. “Jangan takut.”
Kita berpikir bahwa jika memang ada Allah di dekat kita maka tidak akan ada lagi persoalan atau  masalah. Mengapa Tuhan ijinkan kita menghadapi pergumulan ini?
*courtesy of PelitaHidup.com
Yang Ia kehendaki ialah supaya kita dapat menyadari bahwa Dia tetap Allah yang tidak pernah membiarkan anaknya. Dia hendak mendidik kita supaya belajar di tengah-tengah pergumulan yang besar, Dia hendak mendidik kita menjadi anak yang kuat dan bertumbuh dalam beriman, Dia tidak membiarkan kita menjadi anak yang manja dan penakut.

“Lalu mengamuklah  taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-muridnya membangunkan Dia dan berkata kepadaNya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”. Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!”. Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.” Markus 4 : 37-39
*courtesy of PelitaHidup.com
Jangan takut, jangan gelisah, Allah selalu berada di dekat kita. Berserulah kepadaNya dalam setiap kesesakan yang menghimpit dalam kehidupan ini. Datanglah mencari Dia, panggil namaNya, dan mengadulah tentang semua masalah, persoalan yang sedang dihadapi kepadaNya, Dia pasti menolong dan sanggup meluputkan kita.
Lihatlah, badai topan itu tunduk pada perintahNya. Demikianlah  setiap badai persoalan yang datang itu akan diselesaikannya, diberikannya jalan keluar bagi kita. Seberat apapun persoalan kita, janganlah menjadi lemah, janganlah takut.
“Tuhan Allahmu ada diantaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan” Zefanya 3:17a
.

2. Allah Berada Di Daerah Musuh Untuk Memusnahkannya

Kita tentu masih ingat akan kisah bangsa Israel yang keluar dari tanah Mesir dibawah pimpinan Musa. Dengan tongkat Musa laut Tiberau terbelah dua, merekapun dapat menyeberangi laut itu dan ketika pasukan berkuda bangsa Mesir mengejar mereka, tiba-tiba air laut itu berbalik kembali dan menghanyutkan dan menewaskan mereka.
Tuhan berfirman kepada Musa untuk terus berjalan. Tatkala Musa melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepadanya, Tuhan melakukan sesuatu bagi mereka.
“Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: ”Jangan takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan, yang akan diberikannya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja” Keluaran 14:13-14
Allah berada di daerah musuh untuk memusnahkannya. Tuhan berjanji kepada Musa bahwa bangsa Mesir yang dilihatnya sekarang ini tidak akan lagi dilihatnya untuk selamanya karena Tuhan yang akan memusnahkannya, Dia yang akan berperang melawan mereka.
*courtesy of PelitaHidup.com
Dengan mengulurkan tangannya ke atas laut Tiberau itu, Musa dapat melihat bagaimana laut itu terbelah dan bangsa Israel itupun dapat berjalan menyeberanginya. Tetapi bangsa Mesir tetap mengejar mereka sampai ketengah laut itu, ketika bangsa Israel telah selesai menyeberang, maka Musa kembali mengulurkan tangannya ke atas laut itu, dan airnya kembali berbalik, laut itu cukup dalam sehingga menenggelamkan kereta-kereta dan tentara orang Mesir itu. Demikianlah Tuhan mencampakkan musuh-musuh mereka yaitu bangsa Mesir itu ke tengah-tengah laut itu. Dengan cara itulah Tuhan berperang bagi Israel dan mengalahkan musuhnya.
Allah meyakinkan umat itu bahwa ia akan bertindak menghabiskan musuhnya, tetapi mereka harus mengikuti apa yang Allah perintahkan yaitu mereka harus terus maju menuju laut dengan iman. Allah yang berperang melawan musuh-musuh kita pada saat kita berjalan dengan iman.
Ketahuilah bahwa Allah tetap menyertai kita dan mengatur pertolongannya untuk kita, sebab itu janganlah kita membalas yang jahat dengan yang jahat. Sekalipun terasa berat dan harus mencucurkan air mata kita harus berusaha melakukan FirmanNya.
.

3. Allah Di Sorga Untuk Mengatur Pembelaan Bagi Kita

Yesus di Sorga untuk  mengatur pembelaan bagi kita. Ia menjadi pengantara dan bersyafaat bagi kita.
“Kristus yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk disebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita” Roma 8:34
Yesus di Sorga untuk mengatur pembelaan bagi kita, yaitu:
a). Ia memberi kekuatan
Akan banyak orang yang dikucilkan atau disingkirkan hanya karena nama Yesus tatkala menyebarkan Injil Kristus. Stefanus adalah murid Kristus yang telah mati dilempari batu, bukan karena Stefanus itu orang berdosa atau bersalah tapi karena dia telah menyebarkan Injil. Pada saat itu terjadi penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Bahkan Saulus ikut terlibat untuk menangkap mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara. Mengapa Stefanus menghadapi pergumulan itu ? Dimanakah Allah pada waktu itu sedang terjadi? Mengapa Allah membiarkan Stefanus mati?
*courtesy of PelitaHidup.com
Yesus ada di Sorga disebelah kanan Allah dan Stefanus melihat itu, dia melihat kemuliaan Allah.  Itu sebabnya Stefanus tidak mengeluarkan kata-kata hujatan, melawan atau membalas perbuatan mereka, bahkan Stefanus mengeluarkan kata-kata pengampunan. Dengan melihat kemuliaan Allah itu, Stefanus menjadi kuat, ia diberi kekuatan oleh Yesus.
“Lalu katanya: “ Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak manusia berdiri di sebelah kanan Allah. Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya:” Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku”. Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!” Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.” Kisah Para Rasul 7:56,59-60
Yesus menyambut orang sahidnya yang pertama mati karena Injil, Stefanus telah mengakui Yesus Kristus dihadapan sesama umat manusia dan mempertahankan imannya. Yesus mengakuinya dihadapan Bapa Sorgawi, selaku juru syafaat dan pengantara kita dengan Bapa.
Berharap kepada Tuhan adalah mempercayakan sepenuhnya kehidupan kita kepadaNya. Dia akan memberikan kekuatan ditengah-tengah kelelahan, kelemahan, penderitaan dan pencobaan yang sedang kita dihadapi. Dia akan memberikan jalan keluar, jawaban ataupun hikmat dari segala persoalan kita sehingga kita dapat mengatasinya. Dia akan memberikan kemampuan untuk mengatasi persoalan-persoalan kita bagaikan burung rajawali yang terbang naik ke langit serta diberikanNya juga kesanggupan untuk berlari tanpa merasa lelah dan letih untuk terus berjalan maju.
Tetaplah nantikan Tuhan dalam hidup kita, nantikan Tuhan dalam setiap persoalan kita untuk mendapatkan kekuatan yang baru dariNya. “Tetapi orang-orang yang menantikan Tuhan mendapat kekuatan yang baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah”, Yesaya 40:31.
b). Ia menyediakan pertolongan
Setelah nabi Elia melakukan pelayanan dengan  berpihak kepada Allah dan melawan kemurtadan maka  Allah memberi pertolongan kepada nabi Elia ketika ia berada di lembah Kerit. Allah telah mengatur pertolongan itu melalui burung gagak dan seorang janda supaya Elia mendapat makanan yang cukup pada masa kekeringan itu.
“Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana. Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman Tuhan, ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu. Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu. Maka datanglah firman Tuhan kepada Elia. “Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan.” 1 Raja-Raja 17 : 4-9
Allah pengatur segalanya, apa saja dapat digerakkanNya untuk memberikan pertolongan bagi orang yang percaya kepadaNya. Untuk memelihara hidup Elia disediakannya segala kebutuhannya, dengan memakai burung gagak, dengan perantara janda miskin di Sarfat.
Kadang-kadang kesukaran bisa saja datang sekalipun kita hidup dalam kehendak Allah. Tapi kita jangan cemas dan takut sebab pada masa atau saat kita membutuhkan sesuatu, Allah akan menyediakan dan memberikan pertolongan itu bagi kita, dengan caraNya yang tidak dapat kita mengerti dan duga.
Ia menciptakan segala yang ada, Ia yang pengatur segalanya dan segala sesuatu dapat diperintahkanNya serta segala sesuatu itu ada dibawah kendali dan kehendakNya.  Percayalah bahwa pertolonganNya tidak pernah terlambat.  Percayalah kepadaNya maka Ia akan bertindak.
“Adalah baik menanti dengan diam pertolongan Tuhan” Ratapan 3:26
c). Ia memerintahkan malaikatNya untuk menolong kita
Malaikat adalah roh yang melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan. Kata “malaikat” dalam bahasa Ibrani “Malak”, bahasa Yunani “Angelos” yang berarti “pesuruh”. Para malaikat adalah pesuruh atau hamba sorgawi Allah dan para malaikat melaksanakan kegiatan di bumi atas perintah Tuhan.
“Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?” Ibrani 1:14
Daniel adalah salah satu dari tiga orang pejabat tinggi yang diangkat oleh  Raja Darius, dan kepada merekalah  para wakil-wakil raja harus memberi pertanggung jawaban. Daniel melebihi mereka semua karena ia memiliki roh yang luar biasa. Para pejabat tinggi dan para wakil raja mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan tetapi mereka tidak menemukannya, mereka tidak mendapat alasan apapun untuk menyatakan kesalahan Daniel, karena Daniel setia dan tidak pernah lalai melakukan tugasnya.
Kemudian mereka sepakat untuk menjebak Daniel dalam hal ibadahnya. Mereka menyusun kesepakatan bersama agar semua penguasa, wakil raja, dan para menteri ditetapkan suatu larangan agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa kecuali raja, maka akan dilemparkan ke dalam gua singa. Daniel tidak mengindahkan larangan itu, tetapi tiga kali sehari ia berdoa. Bergegaslah orang-orang menghadap raja supaya Daniel dihukum seperti yang sudah ditetapkan itu, maka rajapun dengan sedih memerintahkan supaya Daniel dimasukkan ke dalam gua Singa itu.
Setelah bangun pagi raja pergi ke gua singa hendak mengetahui bagaimana nasib Daniel.
“Dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel: “Daniel hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kau sembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?”. Lalu kata Daniel kepada raja: ”Ya raja, kekallah hidupmu! Allahku telah mengutus malaikatNya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-ngapakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya: tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan” Daniel 6:21-23
Dan bergembiralah raja mendengar ucapannya, kemudian ia ditarik keluar dari gua singa itu dan tidak terdapat luka apapun pada Daniel. Kemudian raja Darius mengirim surat kepada semua orang supaya mereka harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup dan kekal untuk selama-lamanya. Bahkan melalui pergumulan yang dihadapi oleh Daniel tersebut, raja Darius dapat mengenal Allah.
Contoh lain ialah ketika Petrus ditangkap dan ditahan dipenjara, jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.
”Tiba-tiba  berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: “Bangunlah segera!” Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus” Kisah Para Rasul 12: 7
Allah membebaskan Petrus dengan mengirimkan malaikat untuk melepaskan belenggu rantai yang dikenakan padanya.
Para malaikat Tuhan melaksanakan banyak kegiatan di bumi atas perintahNya. Malaikat menyelamatkan manusia,  mengamati, melindungi umat Tuhan dari bahaya, membantu kita untuk berperang melawan kuasa setan dan membawa orang yang selamat ke sorga. Bahkan para malaikat Tuhan akan datang bersama dengan Yesus Kristus ketika Ia akan kembali.
Kesetiaan kita pada Allah tidak menjamin kebebasan dari kesulitan, penyakit, dan penderitaan dalam kehidupan orang percaya. Banyak contoh yang lain dari orang yang saleh mengalami penderitaan yang cukup hebat karena berbagai alasan, misalnya : Yusuf, Daud, Ayub, Yeremia, Paulus dan lain-lain.
Dibalik penderitaan yang mereka alami ada rencana besar Allah yang hendak dinyatakanNya lewat hidup mereka. Misalnya, semua penderitaan dan ketidakadilan yang pernah dialami oleh Yusuf dari saudara-saudaranya dan orang Mesir itu adalah menjadi bagian dari rencana Allah. Allah tetap menyertai Yusuf, yang akhirnya Yusuf menjadi orang paling terpenting yang dipakai Tuhan untuk memberkati saudara-saudaranya serta kehidupan banyak orang.
Allah menginjinkan penderitaan atau masalah terjadi tidak berarti bahwa Allah menyebabkan semua itu, Allah tidak pernah menyebabkan kejahatan ataupun masalah terjadi, tetapi Ia mengijinkannya terjadi dan mengarahkannya serta menguasainya supaya hal itu dapat mengerjakan kehendakNya  yang baik.
Allah turut bekerja dalam segala hal  untuk mendatangkan maksudNya yang terbaik, jika kita tetap percaya pada FirmanNya dan tetap mengasihiNya dengan melakukan FirmanNya. Seberat apapun badai pergumulan hidup ini, ingatlah kepada Allah sebagai satu-satunya sumber pertolongan itu. Bahkan sekalipun ada rancangan jahat orang lain dalam masalah yang kita hadapi, jangan cemas dan takut, sebab  Allah selalu hadir dalam setiap perkara kita, Dia pembela umatNya.
“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekanya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar” Kejadian 50:20
Tuhan sangat memahami apa yang harus ia perbuat kepada kita. Kita tidak perlu berpikir bahwa Tuhan harus seperti yang kita mau, kita tidak bisa mengatur Tuhan. Tuhan selalu berada di tempat yang tepat.  Jangan gelisah dan cemas menghadapi semua badai permasalahan, tetaplah berdoa serahkan semua persoalan itu padaNya, nyanyikanlah pujian kepadaNya sepanjang hari dan laluilah hari-hari dalam hidup ini bersama Tuhan. Tetap percayalah kepadaNya! Ia akan memberi kekuatan dan pertolongan kepada kita. Percayalah!
”Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka” Ibrani 7:25
“Seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku menyertai Engkau; Aku tidak akan membiarkan Engkau dan tidak akan meninggalkan Engkau” Yosua 1:5b
“Berbahagialah ia  yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat” Wahyu 1:3




sumber : http://www.pelitahidup.com//