Minggu, 17 November 2013

Kekuatan Untuk Terbang Bagaikan Rajawali


“Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Yesaya 40:31
Burung rajawali mempunyai sayap yang lebar. Bahkan yang terlebar yang pernah diukur adalah selebar 2,5 meter (8 feet). Burung rajawali dikenal dengan ketahanannya pada saat ia terbang. Walau diperlukan energi yang cukup besar untuk mengepakkan sayap pada awalnya, tetapi begitu dia terbang, dia hanya mengeluarkan energi yang sangat kecil.
*courtesy of PelitaHidup.com
Hasil penelitian menyatakan bahwa rajawali hanya memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk mengepakkan sayap dalam tiap jam waktu terbangnya. Rajawali dapat terbang lama tanpa perlu mengepakkan sayapnya.
Rajawali dapat terbang dengan melayang-layang di udara (gliding) ataupun terbang naik (soaring) dengan memanfaatkan udara thermal/panas yang naik pada daratan terbuka. Sedapat mungkin dia menggunakan kedua teknik itu untuk dapat terbang tanpa perlu mengepakkan sayapnya. Dengan begitu dia hanya memerlukan energi yang sangat kecil untuk dapat terbang lama. Tidak hanya itu saja, rajawali dapat menempuh jarak rata-rata 75 hingga 125 mil. Jarak terjauh yang pernah ditempuh adalah 1100 mil.
Itulah rahasia kekuatan dari burung rajawali yang naik terbang tinggi. Dia tidak akan pernah menjadi lelah karena dia tidak perlu menggunakan banyak energi untuk dapat terbang dalam waktu lama dan menempuh jarak yang jauh.
“Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Yesaya 40:29-31



Ketika kita berada dalam suatu masalah yang datang bertubi-tubi, kita dapat merasakan menurunnya kekuatan kita baik secara fisik maupun secara jiwa. Melemahnya kekuatan kita justru akan membuat kita semakin tidak berdaya dalam menghadapi masalah yang ada.
*courtesy of PelitaHidup.com
Firman Tuhan mengajarkan kepada kita kunci untuk mendapat kekuatan dalam menghadapi berbagai masalah. Kuncinya adalah dengan menanti-nantikan Tuhan.
Menanti-nantikan Tuhan berarti bahwa kita terus berharap kepada Tuhan, mengarahkan mata hati kita kepada Tuhan, berdoa kepada Tuhan, membaca dan merenungkan Firman Tuhan, taat kepada perintah-perintahNya dan tetap memegang teguh iman pengharapan kita kepada Kristus.
Dengan menjaga persekutuan kita dengan Tuhan, kita akan berada dalam kondisi yang senantiasa menanti-nantikan Tuhan. Masalah yang ada tidak boleh menghalangi kita untuk tetap datang beribadah kepadaNya. Kita harus tetap mengiring Yesus apapun yang sedang terjadi.
Ketika kita melepaskan pengharapan kita kepada Yesus, maka kita akan semakin kehilangan kekuatan untuk dapat berjalan maju. Kekuatan fisik dan pikiran yang kita miliki tidaklah cukup untuk menghadapi semua beban, karena kita memiliki batas dalam kemampuan kita.
Rajawali tahu bahwa dia tidak perlu susah payah mengepakkan sayapnya terus-menerus. Dia hanya akan membuang-buang energinya ketika dia mengepakkan sayapnya terus-menerus. Tetapi dia menggunakan teknik melayang (gliding) dan naik (soaring) dengan memanfaatkan udara thermal.
Ketika kita datang pada Yesus dan senantiasa menanti-nantikan Dia, maka kita akan mendapatkan kekuatan yang baru. Kekuatan baru yang Tuhan berikan akan memampukan kita untuk bangkit berdiri menjalani apa yang ada di depan kita. Tuhan akan memberikan semangat baru, hikmat yang baru, sukacita yang baru, pengharapan yang selalu baru, agar kita dapat berdiri tegak dalam menjalani hidup ini.
Bagai rajawali yang tidak pernah lelah pada saat dia terbang, demikian juga halnya dengan kita yang menanti-nantikan Tuhan. Kita tidak akan pernah merasa lelah oleh karena Tuhan telah memberikan kita kekuatan yang baru. Kita dapat menghadapi masalah seberat apapun. Kita dapat keluar dari berbagai problema. Kita dapat menjalani kesusahan-kesusahan yang ada. Kita bahkan tidak menyadari bahwa begitu banyak hal ajaib yang telah kita lalui, oleh karena Tuhan telah memberikan kekuatan bagi kita untuk melalui semuanya itu.
*courtesy of PelitaHidup.com
Marilah kita tetap menanti-nantikan Tuhan, marilah kita tetap menjaga persekutuan kita dengan Tuhan, marilah kita datang kembali kepada Tuhan. TanganNya senantiasa terbuka bagi kita yang datang kepadaNya. Dia akan memberi kekuatan baru bagi kita.

Sabtu, 16 November 2013

Rahasia Untuk Tetap Kuat Dalam Kondisi Yang Berat

http://www.pelitahidup.com/wp-content/uploads/2013/10/rahasia-untuk-tetap-kuat-dalam-kondisi-yang-berat.jpg“Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada TUHAN, yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan!” Mazmur 40:5
 Menaruh kepercayaan kepada Tuhan merupakan suatu hal yang mudah dilakukan ketika kita berada dalam keadaan baik-baik saja, hampir semua kebutuhan tercukupi, dan apapun yang kita inginkan dapat dicapai dengan mudah.
*courtesy of PelitaHidup.com
Tetapi berbeda halnya jika kita sedang berada dalam kesulitan. Bukan hal yang mudah bagi seseorang untuk dapat lagi berharap sepenuhnya kepada Tuhan ketika dia melihat bahwa masalah yang dihadapinya sudah sangatlah berat dan sulit diatasi.
Keadaan ekonomi yang tidak kunjung baik, kondisi pekerjaan yang ada tidak seperti yang diharapkan, bisnis tidak berjalan baik, bahkan menuju kebangkrutan, keluarga sudah tidak harmonis, anak memberontak dan bermasalah, jodoh tidak kunjung datang, hutang menumpuk dan masih ada segudang masalah yang dapat membuat umat Tuhan menjadi setengah percaya kepada Tuhan.
Apa yang harus dilakukan umat Tuhan pada kondisi yang berat seperti ini? Berikut rahasianya untuk tetap kuat di dalam kondisi yang berat:

1. Tetap Percaya

Tetaplah berharap kepada Tuhan. Jangan tergoda dengan berbagai jalan pintas yang ditawarkan oleh dunia ini, yang justru akan menarik kita semakin jauh dari Tuhan.
Ketika kita berada di luar lingkaran perlindungan Tuhan, maka segala berkat-berkatNya juga akan tertahan bagi kita. Oleh karena itu tetap berlindung dan percaya kepada Tuhan, agar kita dapat tetap menerima berkat yang telah Tuhan sediakan bagi kita.
Dunia boleh berkata bahwa sudah tidak mungkin lagi ada jalan keluar bagi masalah kita. Tetapi Firman Tuhan berkata bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, dan tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepada Dia (Lukas 1:37, Markus 9:23. Tetaplah percaya, karena mujizat masih ada!
*courtesy of PelitaHidup.com
.

2. Tetap Lakukan Yang Terbaik

Seringkali umat Tuhan menyerah di saat-saat yang justru menuntut kita untuk dapat melakukan yang terbaik. Ada waktu dimana Tuhan ingin melihat ketekunan kita. Ketika kita tetap melakukan yang terbaik justru di saat kita dalam kondisi tertekan, kita akan melihat kuasa Tuhan bekerja dalam hidup kita. Dia akan memberi kita kekuatan baru, Dia akan menyertai langkah kita dan Dia akan memberi kemenangan bagi kita. Jangan menyerah di saat kita harus tetap berjuang.


Ingat kisah bangsa Israel yang akan masuk ke Tanah Perjanjian? Mereka melihat bahwa bangsa yang menduduki tanah tersebut memiliki perawakan yang besar-besar seperti raksasa. Mereka merasa kecil bagaikan seekor belalang (Bilangan 13:33).
*courtesy of PelitaHidup.com
Bangsa Israel yang ketakutan melihat musuhnya dan berkata tidak mungkin mereka dapat memasuki tanah tersebut, sama sekali tidak pernah masuk ke Tanah Perjanjian.
Hanya Kaleb dan Josua yang tetap percaya bahwa mereka dapat memasuki dan merebut Tanah Perjanjian tersebut. Mereka tidak menyerah di saat segala sesuatu menjadi tidak mungkin. Dan Tuhan benar-benar memberikan hadiah atas kegigihan mereka. Dari angkatan mereka, hanya mereka berdua yang memasuki Tanah Perjanjian.
Apapun yang menjadi masalah dan kesulitan yang kita alami saat ini, jangan pernah takut dan jangan pernah membuat kita mundur. Tetap lakukan apa yang terbaik. Jika kita bekerja, tetap lakukan pekerjaan kita sesulit apapun. Jika kita berbisnis dan sedang menuju kebangkrutan, tetap jalankan bisnis kita dengan meminta hikmat dari Tuhan. Jika kita mempunyai banyak hutang, tetap lakukan apa yang dapat membuat kita mempunyai penghasilan dan bahkan mendapatkan penghasilan tambahan.
Tetap percaya kepada Tuhan, dan tetap lakukan yang terbaik, maka Dia akan menuntun jalan kita dan membawa kita kepada kemenangan. Haleluya!